Selasa, 30 April 2013

amal baik atau perbuatan baik


 PEKERJAAN" YANG HARUS KITA LAKUKAN
ADALAH IBADAH DAN PERBUATAN BAIK
PERBUATAN DIMANA ALLOH SWT YANG TELAH MEMERINTAHKAN UNTUK BERBUAT KEBAIKAN....

 telah sampai kpd kita sejak dahulu kala  amanah untuk melakukan perbuatan baik perbuatan yang akan membawa kita kedalam jalan yang benar .......

Niat seseorang melakukan perbuatan baik membuktikan semangatnya. Perbuatannya menandakan    ketekunan, stabilitas, keteguhan hati, dan kesetiaannya; dengan kata lain kedalaman imannya.
Di dalam Al-Qur'an, Allah memberitahu kita tentang bermacam perbuatan baik. Menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat, berjuang untuk kemakmuran dan kesejahteraan umat Islam, berusaha mencapai pemahaman yang lebih baik tentang Al-Qur'an, menyelesaikan setiap persoalan umat Islam, baik yang pribadi maupun yang umum; kesemuanya itu adalah perbuatan baik. Bentuk penganutan ajaran Islam yang mendasar seperti shalat, puasa, zakat, dan haji; adalah bagian dari perbuatan baik juga:
Bukanlah termasuk golongan kebajikan menghadapkan muka ke arah timur dan barat, tetapi yang termasuk golongan kebajikan, ialah beriman kepada Allah, hari akhirat, malaikat-malaikat, Kitab-kitab, nabi-nabi, memberikan bantuan yang disayanginya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang terlantar dalam perjalanan, peminta-minta, dan memerdekakan perbudakan, mengerjakan shalat, menunaikan zakat, menepati janji yang telah diperbuat, sabar menderita kemiskinan dan kemelaratan, terutama ketika perang. Itulah orang-orang yang benar keimanannya, dan itu pulalah orang-orang yang takwa. Al-Baqarah: 177
Namun masih ada poin lain yang pantas disebut. Perkara yang menjadikan tindakan suatu kebaikan ialah niat dibelakangnya. Suatu tindakan menjadi kebaikan apabila diniatkan untuk mencapai keridhaan Allah. Inilah yang membedakan perbuatan baik dan amal; sebuah konsep yang dianggap lazim di masyarakat kita. Sebuah perbuatan baik dilakukan karena Allah. Sebaliknya, konsep amal yang berlaku di masyarakat, didasarkan pada semangat solidaritas sosial dan hasrat pribadi supaya disebut dermawan.
Ayat di bawah ini menjelaskan kenapa perbuatan orang mukmin sama sekali tidak sama dengan sedekah:
Mereka menunaikan kewajiban nadzar, dan takut akan satu hari, dimana siksaannya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang yang miskin, anak-anak yatim dan tawanan. Bahwasanya kami memberi makanan itu, semata-mata untuk mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak mengharapkan balasan dan ucapan terima kasih dari padamu. Bahwasanya kami benar-benar takut kepada siksaan "Hari dengan muka asam penuh cemberut", yang datang dari Tuhan kami. Al-Insan: 7-10
Perbuatan baik apapun yang tidak diniatkan karena Allah, bukanlah perbuatan baik sebab diniatkannya untuk memberi kesan baik kepada manusia. Inilah yang di dalam istilah Al-Qur'an disebut menyekutukan Allah, yang merupakan dosa besar. Dalam ayat dibawah ini Allah menjelaskan bagaimana sebuah tindakan yang dilakukan bukan karena Allah kehilangan maknanya dan menjadi sebuah tindakan biasa.
Celakalah mereka yang mengerjakan shalat, yang lalai dalam mengerjakan shalatnya Maksudnya dia melakukan shalat dengan fisiknya, namun tidak ada pengaruh shalat itu pada mentalnya. Yang hanya pura-pura agar dilihat orang saja. Al-Ma'un: 4-6. Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu hapus pahala sedekahmu, dengan menempelakkan kebaikanmu dan melukai perasaan si penerima. Samalah dengan orang yang mendermakan hartanya karena ingin pujian orang, sedang dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Perumpamaan yang sama dengan sebuah batu yang licin, di atasnya ada tanah. Kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, sampai licin tandas tanahnya. Hilang percuma semua usaha mereka itu. Allah tidak akan memberi pimpinan kepada orang-orang yang kafir. Perumpamaan orang-orang yang mendermakan harta bendanya demi mengharapkan keridhaan Allah dengan penuh keyakinan, adalah seperti sebuah kebun di dataran tinggi yang mendapat siraman hujan lebat, hasilnya dua kali lipat. Kalau hujan lebat itu tidak ada, hujan gerimispun sudah memadai. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Al-Baqarah: 264-265.
Begitu juga orang-orang yang menafkahkan hartanya supaya dilihat, didengar dan dipuji orang dan mereka tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan orang-orang yang berkawan dengan setan, ingatlah setan itu adalah kawan yang seburuk-buruknya. Apa keberatannya bagi mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan menafkahkan sebagian rizki yang telah diberikan Allah kepadanya? Dan Allah Maha mengetahui keadaan mereka. An-Nisa: 38-39
Pendek kata, perkara yang membuat sebuah tindakan menjadi sebuah perbuatan baik adalah niat dibelakangnya. Jika niatnya baik, perbuatannya menjadi baik, bahkan walaupun hasil yang diinginkan tidak dicapai. Sebagai contoh, dengan niat mencari keridhaan Allah, seorang mukmin beribadah sepenuh hati namun usahanya kurang maksimal atau tidak mencapai tujuan, dia tetap mendapatkan pahala. Setiap mukmin hendaknya mengakui bahwa ada alasan mengapa Allah tidak selalu membiarkan seseorang mencapai tujuannya:
Diwajibkan atasmu berperang, padahal perang itu peristiwa yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik untukmu; dan boleh jadi pula kamu menyenangi sesuatu, padahal ia buruk untukmu. Dan Allah yang mengetahui sedangkan kamu tidak. Al-Baqarah: 216
Allah mengetahui segala hal yang baik untuk manusia. Karenanya hasil dari setiap perbuatan selalu bersandar kepada Allah. Setiap kewajiban hendaknya dilakukan semata untuk mencapai keridhaan Allah. Seperti dinyatakan diatas, niat adalah esensi dari perbuatan baik. Ini karena fakta bahwa Allah tidak memerlukan apapun yang dipersembahkan oleh hambanya. Firman Allah:
Hai manusia! Kamulah yang berkepentingan kepada Allah, sedang Allah itu Maha Kaya dan tumpuan puji. Jika Dia mau, niscaya dimusnahkan-Nya kamu dan digantinya kamu dengan makhluk yang baru. Hal itu bagi Allah tidak sukar. Fathir: 15-17
Allah dapat melakukan apapun yang diinginkan tanpa memerlukan perbuatan dan usaha dari orang mukmin supaya agamanya menang:
Dialah yang membentangkan persada bumi, lalu dijadikan-Nya disana gunung-gunung dan sungai-sungai. Dan Dialah yang menjadikan semua jenis buah-buahan serba berpasangan Maksudnya jantan dan betina, serta Dia pulalah yang menyungkupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada hal-hal yang demikian ditemukan tanda-tanda kebesaran Tuhan bagi orang-orang yang mau berfikir. Ar-Ra'du: 3
Pendek kata, jika seorang manusia melakukan perbuatan baik, perbuatannya itu menambah keuntungan pribadinya. Tindakan yang benar adalah cara pasti untuk mencapai keselamatan abadi:
Dan barang siapa yang berjihad, maka kemanfaatan jihadnya itu, adalah untuk dirinya sendiri, karena sesungguhnya Allah sungguh-sungguh Maha Kaya, tak membutuhkan sesuatupun dari alam semesta ini. Al-Ankabut: 6
Orang yang shalat, zakat, puasa, atau mendukung Islam, pada intinya berbuat untuk dirinya sendiri. Dirinya sendirilah yang memerlukan berbuat baik. Sebagai balasannya, dia akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. Untuk alasan yang sama, dihadapan Allah, sebuah perbuatan baik diterima hanya ketika perbuatan itu dilakukan dengan niat baik:
Daging-daging dan darah binatang ternak itu tidak akan sampai kepada Allah. Namun yang akan sampai kepadaNya hanyalah ketakwaan dari hatimu jua. Demikianlah Dia menguntukkan binatang ternak itu bagimu, Semoga kamu mengagungkan Allah berkenaan dengan petunjukNya kepadamu. Lalu berilah berita gembira kepada orang-orang yang berbuat kebajikan. Al-Hajj: 37
Karenanya, ketika melakukan perbuatan baik, sangat penting untuk senantiasa mengingat Allah dengan cara berdoa agar diterima amalannya. Doa Nabi Ibrahim dan Ismail adalah contoh yang bagus:
Ingat pulalah ketika Ibrahim dan Ismail membina dasar-dasar Baitullah, keduanya berdo'a: "Wahai Tuhan kami! Terimalah karya kami, sesungguynya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui". Wahai Tuhan kami! Jadikanlah kami berdua, manusia muslim yang patuh kepadaMu, dan begitu juga jadikanlah anak cucu kami umat yang patuh juga kepada-Mu, dan tunjukkanlah kepada kami peraturan ibadat haji kami, dan terimalah tobat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat dan Maha Penyayang. Al-Baqarah: 127-128
Teguran Allah kepada Daud dan umatnya, juga menekankan arti doa dan bersyukur kepada Allah selama berbuat baik:
Jin-jin itu mengerjakan untuk Sulaiman apa yang dipesankannya, seperti: Gedung-gedung yang tinggi, arca-arca, dulang-dulang Piring yang besar raksasa bagai kolam air, dan cerek-cerek raksasa yang tetap terletak di atas tungku karena besarnya. Bekerjalah hai Keluarga Daud, dengan penuh rasa terima kasih! Namun sedikit sekali di antara hamba-hambaku yang tahu terima kasih itu! Saba: 13
Ini adalah tipe ibadah yang memperkuat iman seseorang kepada Allah. Pernyataan syahadat seseorang dikuatkan dengan ibadah:
Barang siapa yang menghendaki Kejayaan, maka kejayaan itu hanya ada dalam pengabdian pada Allah sepenuhnya. Kepada dialah menjulang setiap ucapan yang baik Yang dimaksud dengan ucapan yang baik antara lain: kalimat tauhid, dzikir, dan membaca Al-Qur'an., sedang setiap perbuatan kebajikan menunjangnya. Adapun bagi mereka yang berbuat makar buruk telah disediakan suatu siksaan yang dahsyat. Rencana makar mereka itu segera akan nampak kegagalannya. Fathir: 10
Seorang mukmin tekun yang melakukan perbuatan baik selama hidupnya akan memperoleh surga dan nikmat yang berlimpah:
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan perbuatan kebajikan. (Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang, melainkan sekedar kesanggupannya) Kalimat yang terletak antara dua tanda kurung, adalah sebagai peringatan bahwa untuk mendapatkan sebutan "penghuni syurga" dengan syarat beriman dan mengerjakan perbuatan kebajikan adalah sangat mudah tanpa kesulitan apapun. Merekalah penghuni-penghuni syurga dan mereka kekal di dalamnya. Kami hapuskan semua dendam yang bersarang di dalam dadanya yang menyebabkan ia terganggu dari menikmati syurga yang banyak mengalir sungai-sungai di bawahnya, sementara itu mereka mengatakan: "Segala pujian untuk Allah yang telah memimpin kami untuk mendapatkan syurga ini, tidaklah kami akan menemui jalan ini, kiranya Allah tidak memimpin kami". Sesungguhnya Rasul-rasul Tuhan kami, betul-betul datang membawa kebenaran. Lalu diserukan kepada mereka: "Itulah syurga yang diwariskan kepadamu sebagai balasan dari kebajikan yang kamu kerjakan dahulu". Al-A'raf: 42-43
arysetiady.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar